Senin, 09 April 2018

Salah

Pukul 07.00 AM dimana sebagian besar manusia memulai kegiatan pokoknya seperti berangkat kesekolah dan berkerja. Aku tahu bahwa hidup ini monoton, membosankan, ini lagi-inilagi tapi Semua itu tidak aku rasakan pekan ini.

Hari rabu aku melangkan bersama dengan kawanku tepatnya pukul  07.0 AM 4, april 2017 menuju kelas yang jaraknya sekitar 2 meter dari tempat tinggal ku kita saling membalas senyuman kapada siapapun yang hadir tepat di mataku sebagai tanda bahwa kita  menerima pagi ini.

‘’fur aku nggak bisa ikut ke Jakarta ‘’
‘’Kenapa?’’
‘’soanya aku enggak bisa naik bus, aku gak mau tersiksa ah’’
‘’hahaha norak amat, makanya jadi orang jangan kampungan 2 amat napa, sekarangkan  zaman nya modern gk pantes banget kamu diajak jalan , gk asik ah ‘’.
‘’………….aku ke kamar mandi’’

Mempercepat langkah adalah cara terbaik bagiku saat itu sebagai tanda aku tak menerima apa yang diucapkan nya.
Ketika satu rasa tersakit otomatis rasa yang lain akan enggan untuk melangkah, aku menanmbah kecepatanku langkahku menujukamar kecil disitu aku menumpahkan satu rasa itu , 2 menit masih dalam keadaan yangsama, 4 menit sudah dalam keheningan fikiranku mulai menetralkan dengan prtanyaan2 yang masih mengerogoti otakku, kenapa aku mengeluarkan air dari indra pengelihatanku? Kenapa dia melontarkan kalimat seperti itu? Adakah kesalahan saat itu? Apakah hatiku yang terlalu baper, lemah, lebay atau bahkan cengeng? apa perkataan dia yang memang dapat melukai rasa seseorang?

Pertanyaanku terjawab oleh waktu dalam hitungan 35 detik bahwa kesalahan bukanlah yang harus ku cari tapi pelajaran yang harus ku ambil dari setiap kondisi.

 Dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa seseorang harus berfikir sebelum mengeluarkan kalimat dari setiap katanya karena orang tidak hanya mendengar dari panca indra pendengaran saja tapi tidak jarang hati juga menjadi panca indra yang sangat sensitif.

Dan jangan mudah memasukan suatu pekataan kedalam perasaan buang jauh2 dari hati takusah difikirkan karna itu hanya akan merusak mood mu, sebutlah nama-NYA setip saat agar hati tak mudah menerima hal2 yang berefek negative bagi diri kita.

Jadi alangkah baiknya untuk para pembaca mulai saat ini kita menjaga lisan kita sebisa  mungkin jangan sampai  ucapan kitamelukai hati seseorang karena pada dasarnya ucapan dapat merusak segala hal , berucaplah seperlunya karena mulutmu dapat menjadi alat yang dapat mencelakakan orang lain bahkan dirimu sendiri, inggt ini peringatan besar bagi tiap kata yang ingin dilontarkan.


Sekian dari akyu semoga bermanfaat. Tetep jadi muslimah yang solehahya…

1 komentar: