Pukul 07.00 AM dimana sebagian besar
manusia memulai kegiatan pokoknya seperti berangkat kesekolah dan berkerja. Aku
tahu bahwa hidup ini monoton, membosankan, ini lagi-inilagi tapi Semua itu
tidak aku rasakan pekan ini.
Hari rabu aku melangkan bersama
dengan kawanku tepatnya pukul 07.0 AM 4,
april 2017 menuju kelas yang jaraknya sekitar 2 meter dari tempat tinggal ku
kita saling membalas senyuman kapada siapapun yang hadir tepat di mataku
sebagai tanda bahwa kita menerima pagi ini.
‘’fur aku nggak bisa ikut ke Jakarta
‘’
‘’Kenapa?’’
‘’soanya aku enggak bisa naik bus,
aku gak mau tersiksa ah’’
‘’hahaha norak amat, makanya jadi
orang jangan kampungan 2 amat napa, sekarangkan
zaman nya modern gk pantes banget kamu diajak jalan , gk asik ah ‘’.
‘’………….aku ke kamar mandi’’
Mempercepat langkah adalah cara
terbaik bagiku saat itu sebagai tanda aku tak menerima apa yang diucapkan nya.
Ketika satu rasa tersakit otomatis
rasa yang lain akan enggan untuk melangkah, aku menanmbah kecepatanku langkahku
menujukamar kecil disitu aku menumpahkan satu rasa itu , 2 menit masih dalam
keadaan yangsama, 4 menit sudah dalam keheningan fikiranku mulai menetralkan
dengan prtanyaan2 yang masih mengerogoti otakku, kenapa aku mengeluarkan air
dari indra pengelihatanku? Kenapa dia melontarkan kalimat seperti itu? Adakah
kesalahan saat itu? Apakah hatiku yang terlalu baper, lemah, lebay atau bahkan
cengeng? apa perkataan dia yang memang dapat melukai rasa seseorang?
Pertanyaanku terjawab oleh waktu
dalam hitungan 35 detik bahwa kesalahan bukanlah yang harus ku cari tapi
pelajaran yang harus ku ambil dari setiap kondisi.
Dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa
seseorang harus berfikir sebelum mengeluarkan kalimat dari setiap katanya karena
orang tidak hanya mendengar dari panca indra pendengaran saja tapi tidak jarang
hati juga menjadi panca indra yang sangat sensitif.
Dan jangan mudah memasukan suatu
pekataan kedalam perasaan buang jauh2 dari hati takusah difikirkan karna itu
hanya akan merusak mood mu, sebutlah nama-NYA setip saat agar hati tak mudah
menerima hal2 yang berefek negative bagi diri kita.
Jadi alangkah baiknya untuk para
pembaca mulai saat ini kita menjaga lisan kita sebisa mungkin jangan sampai ucapan kitamelukai hati seseorang karena pada
dasarnya ucapan dapat merusak segala hal , berucaplah seperlunya karena mulutmu
dapat menjadi alat yang dapat mencelakakan orang lain bahkan dirimu sendiri,
inggt ini peringatan besar bagi tiap kata yang ingin dilontarkan.
Sekian dari akyu semoga bermanfaat.
Tetep jadi muslimah yang solehahya…