Sabtu, 13 November 2021

Muda Hemat Tua Kaya Raya, 7 Manfaat Menabung Sejak Dini


“Money, like emotions, is something you must control to keep your life on the right track.”―Natasha Munson

Kemampuan mengontrol emosi bisa sangat membantu dalam kegiatan sehari-hari, begitu juga dengan mengontrol keuangan. Kamu harus bisa mengontrol keuangan dengan baik. Mengatur keuangan penting dilakukan agar hidupmu nanti selalu berada di kondisi yang tepat. Salah satu cara me-manage keuangan adalah dengan menabung.

Jangan salah, meski sederhana ternyata manfaat menabung itu sangat besar, lho, apalagi jika sudah kamu lakukan sejak dini. Kalau bisa, lakukan hari ini. Tak perlu menunggu jika gajimu sudah banyak, atau saat usia tua dan berkeluarga.

Mulailah menabung sejak muda. Semakin cepat kamu memulai menabung akan semakin baik. Berikut ini ada 7 manfaat menabung sejak dini. Apa saja, ya?

1. Membuatmu lebih disiplin dan mandiri secara finansial

Dengan membangun kebiasaan menabung, kamu bisa lebih disiplin dalam membedakan antara keinginan dan kebutuhan.

Sehingga, ketika ada hasrat ingin belanja cantik di e-commerce kesayangan, kamu hanya akan membeli yang dibutuhkan saja. Gak ada tuh ceritanya niat beli makeup, jadi bertambah beli sneakers.

Sisa uang yang dimiliki bisa ditabung untuk hal lain yang lebih penting. Kamu sadar bahwa harus pintar dalam mengelola uang, karena uang yang didapat merupakan hasil kerja keras, jangan sampai ngabisin uangnya setengah sadar.

Dengan begitu, kamu memiliki rasa tanggung jawab dan mandiri, khususnya secara finansial terhadap diri sendiri sampai tua nanti.

2. Membangun kebiasaan menabung

Kebiasaan baik perlu dipupuk sejak masih muda, begitu juga dengan kebiasaan menabung. Membangun kebiasaan menabung merupakan salah satu manfaat menabung yang sangat baik, karena kamu tetap bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari dengan tabungan yang dimiliki, meskipun kamu berada dalam kondisi finansial yang tidak ideal.

Kamu akan terbiasa menyisihkan gajimu di awal bulan untuk langsung masuk ke pos tabungan, tidak menunggu berapa uang yang tersisa di akhir bulan untuk ditabung.

3. Sebagai dana darurat

Di masa yang serba tidak pasti seperti saat ini, seperti adanya pandemi, memiliki tabungan adalah sebuah privilege besar. Kita tidak pernah tahu kapan terjadi hal di luar kehendak kita.

Memiliki simpanan dana sangat penting untuk dimiliki. Jadi, selain mengalokasikan dana untuk kebutuhan sehari-hari, kamu juga menabung dengan mengalokasikannya ke dana darurat.

Ini penting sebagai ‘nyawa’ tambahan jika terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di masa depan, tanpa perlu berutang dan merepotkan orang lain.

4. Menjauhkanmu dari jeratan utang

Pernah dengar istilah “We buy things we don’t need, with money we don’t have, to impress people we don’t like”?

Demi memenuhi kebutuhan apalagi untuk sekadar lifestyle, tak sedikit orang memilih jalan pintas untuk berutang. Hati-hati jika tidak bisa mengontrolnya, ini bisa menjadi kebiasaan yang tidak bagus buat masa depan.

Dengan menabung, kamu bisa membeli barang mahal dengan mudah, tanpa perlu bayar cicilan utang dengan berpayah-payah. Jangan sampai hidupmu gak tenang gara-gara banyak utang, ya!

5. Mencapai tujuan finansial lebih cepat

Menabung bisa menjadi ‘kendaraan’ untuk mencapai tujuan yang kamu mau. ‘Kendaraan’ tersebut berbentuk alokasi dana di pos budget tertentu.

Misalkan, jika kamu ingin membeli PS5, kamu bisa membuat tabungan khusus dan menyisihkan dana di sana. Dengan membuat pos budget sesuai tujuan finansial, maka kamu memiliki motivasi lebih untuk menabung agar keinginanmu lebih cepat tercapai.

6. Memberi ketenangan di masa depan

Coba menunda konsumsi kecil yang tidak terlalu penting, kurangi ngopi-ngopi atau beli boba, investasikan untuk sesuatu yang lebih besar di masa depan nanti, tentunya yang membuatmu lebih bahagia. Rasakan manfaat menabung sejak dini di kemudian hari.

7. Bentuk investasi jangka panjang

Pilihlah jenis investasi yang sesuai profil risiko kamu dan juga bisa menguntungkan. Sewaktu-waktu jika kamu membutuhkannya, investasi jangka panjang ini siap untuk dicairkan.

Sudah banyak pilihan untuk menempatkan uang tabungan. Tidak hanya tabungan dan deposito di bank saja yang bisa kamu jadikan pilihan, ada juga instrumen investasi lain seperti reksa dana dan saham.

Itulah tadi 7 manfaat menabung sejak dini. Sudah tahu kan, apa manfaat menabung yang bisa kamu dapatkan nanti? Pasti mau dong, saat kamu tua jadi kaya raya? Mulai menabung dari sekarang, yuk!


Jumat, 15 Oktober 2021

What Is Currently Happening With Fashion In Indonesia?



In today's sophisticated era, we are in a world of Trends where we will consider old-fashioned, old-fashioned, and outdated if we don't follow what the current Trend says. If young people now call it "Kudet."

The development of the fashion world continues to experience various changes, where there are old models (old times) that brought back to the surface so that they made into today's trends. But not a few new models are offered to young people today.

The strike difference is to see in the development of fashion trends between men and women. Do women who follow the current Trend feel comfortable wearing these material-efficient clothes? That is a real problem that needs investigating. As we know, clothing is one of the three primary needs, namely clothing, food, and shelter. The actual function of clothing we certainly know, such as: covering our body parts so as not to heat up, covering our genitals, warming our bodies, etc. However, the current Trend is not paying attention to the actual function of clothing.

Fashion also influence by the capital's artists and rising foreign artists. Or now we have been poisoned by Korea through Boy bands, and their Girl Bands can make young subjects stupefied with their beauty and good looks and want to be like them by imitating whatever they wear. Mass media, especially television and the internet, also have a significant role in channeling current trends to young audiences.

In the explanation above, I can say that this year's fashion world has left far behind the actual function of clothing itself. We can't do anything because if we oppose it, we will shun it, and we inevitably have to follow the Trend. However, in following the current Trend, you must be selective. As a Muslim, I should wear appropriate clothes as taught by my religion.

Kamis, 23 April 2020

NEVER GIVE UP! | PASTI ADA JALAN

NEVER GIVE UP! | PASTI ADA JALAN



Good morning!

Begitu menariknya orang-orang sukses yang bisa mengatur segala waktunya menjadi emas yang tak ternilai, menjadi uang yang tak terhitung , menjadi angan-angan yang tak terbayangkan, menjadi tangis yang membahagiakan. Sebelum tidur malam ini aku begitu terhenyak oleh rasa iri atas kesuksesan orang lain,, kenapa mereka bisa melewati waktu yang begitu sulit, berderet  gols mereka yang dapat dilakukan setiap hari tak terlewatkan, apa tak ada rasa malas yang mengalabuinya, tak ada rasa takut yang menyelimutinya, apa setiap waktunya tidak berada di zona nyaman. Disini aku mau bercerita betapa susahnya bangun bagiku, bangun pagi untuk melakukan hal yang positif, bangun dari rasa nyaman duduk meratapi keadaan, bangun dari rasa tidak percaya diri. Malam yang benuh kesunyian ini memberiku  jawaban bahwa permasalahanku terletak di waktu bukan tentang betapa sulitnya seseorang bangun tapi bagaimana seseorang tidur tepat waktu dan memberi harapan untuk besok. Jadi kita tidak perlu susah berfikir bagaimana bangun tapi bagaimana kita tidur tepat waktu. Jadi lebih mudah bukan?.
I hope you enjoy this blog:))

Positive Thinking dan Negative Thinking


Bedanya positive thinking dan negative thinking


Kalimat positif thinking ini menjadi salah satu kalimat yang paling sering diucapkan ketika seseorang berfikir negative ”positif thinking dong loh!”, “Udah sii positif thinking aja pasti lo bisa!” atau “dia kok mau aja digituin? Mumgkin dia positif thinking ajaa” kalimat positif thinking yang sering diucapkan pada moment seperti itu yang membuat seorang berfikir bahwa yang dimaksuda positif thinking itu seperti mengagap, karacter itu negative, sifat itu negative  lalu menalarkan “udah sii positif aja mumgkin dia titik titikkkk”. Jadi yang disimpulkan orng tentang positive thinking adalah berfikir yang baik. Ini dia yang menjadi perfektif yang salah.

Yang tepat positive thingking adalah berfikir baik, beda yaa antara YANG BAIK dengan BAIK. Karena pada dasarnya seseorang punya karacter yang positif dan negative,,, orang menyelimuti otaknya dengan positif thinking (berfikir yang baik) jadi memandang orang dengan hal-hal yang positif saja, padahal character itu negative,, udah ah positif ajaa. So,, berfikir baik adalah cara memandang baik yang dapat membedakan antara yang negative dan positive, kalo masalah target antara yang dapat di capai dan tidak dapat dicapai. Bagaimana untuk bisa membedakan antara-antara tersebut? Jelas jawabannya positive thingking. Begitu pula sebaliknya dengan negative thinking,, negative thinking adalah cara memandang buruk yang tidak dapat membedakn antara yang negative dan positive, antara yang dapat dicapai dan tidak dapat dicapai. Lalu menyelimutu otaknya negative thinking (berfikir yang buruk).

semoga beramanfaat kawan:)

Senin, 09 April 2018

Yang berat banyak manfaatnya

Hari ini beda dari biasanya karena satu waktu yang belum kukenal masuk kedam dunia ku, awalny aku menaolak tetapi takdir tak mengelak.
                Jum’at sore kumulai menjalani tkdir ku mengikuti ekstrakuliler dalam suasana yang begitu bening ingin membutku lari dari Kenyataan. Setelah Berapa menit berlangsung ustad ali melanturankan perkataan yang membuatkmenjadi ingin tetap duduk dan terdiam, kata-katanya berubah menjadi kalimat yang berisi harapan-harapan yang begitu indah untuk di bayingkan.

                Mulai dari perkataan tersebut aku mulai mengikuti journalis yang memang  awalnya berat tapi kalau di pikir-pikir bermanfaat.

Salah

Pukul 07.00 AM dimana sebagian besar manusia memulai kegiatan pokoknya seperti berangkat kesekolah dan berkerja. Aku tahu bahwa hidup ini monoton, membosankan, ini lagi-inilagi tapi Semua itu tidak aku rasakan pekan ini.

Hari rabu aku melangkan bersama dengan kawanku tepatnya pukul  07.0 AM 4, april 2017 menuju kelas yang jaraknya sekitar 2 meter dari tempat tinggal ku kita saling membalas senyuman kapada siapapun yang hadir tepat di mataku sebagai tanda bahwa kita  menerima pagi ini.

‘’fur aku nggak bisa ikut ke Jakarta ‘’
‘’Kenapa?’’
‘’soanya aku enggak bisa naik bus, aku gak mau tersiksa ah’’
‘’hahaha norak amat, makanya jadi orang jangan kampungan 2 amat napa, sekarangkan  zaman nya modern gk pantes banget kamu diajak jalan , gk asik ah ‘’.
‘’………….aku ke kamar mandi’’

Mempercepat langkah adalah cara terbaik bagiku saat itu sebagai tanda aku tak menerima apa yang diucapkan nya.
Ketika satu rasa tersakit otomatis rasa yang lain akan enggan untuk melangkah, aku menanmbah kecepatanku langkahku menujukamar kecil disitu aku menumpahkan satu rasa itu , 2 menit masih dalam keadaan yangsama, 4 menit sudah dalam keheningan fikiranku mulai menetralkan dengan prtanyaan2 yang masih mengerogoti otakku, kenapa aku mengeluarkan air dari indra pengelihatanku? Kenapa dia melontarkan kalimat seperti itu? Adakah kesalahan saat itu? Apakah hatiku yang terlalu baper, lemah, lebay atau bahkan cengeng? apa perkataan dia yang memang dapat melukai rasa seseorang?

Pertanyaanku terjawab oleh waktu dalam hitungan 35 detik bahwa kesalahan bukanlah yang harus ku cari tapi pelajaran yang harus ku ambil dari setiap kondisi.

 Dari situ kita dapat menyimpulkan bahwa seseorang harus berfikir sebelum mengeluarkan kalimat dari setiap katanya karena orang tidak hanya mendengar dari panca indra pendengaran saja tapi tidak jarang hati juga menjadi panca indra yang sangat sensitif.

Dan jangan mudah memasukan suatu pekataan kedalam perasaan buang jauh2 dari hati takusah difikirkan karna itu hanya akan merusak mood mu, sebutlah nama-NYA setip saat agar hati tak mudah menerima hal2 yang berefek negative bagi diri kita.

Jadi alangkah baiknya untuk para pembaca mulai saat ini kita menjaga lisan kita sebisa  mungkin jangan sampai  ucapan kitamelukai hati seseorang karena pada dasarnya ucapan dapat merusak segala hal , berucaplah seperlunya karena mulutmu dapat menjadi alat yang dapat mencelakakan orang lain bahkan dirimu sendiri, inggt ini peringatan besar bagi tiap kata yang ingin dilontarkan.


Sekian dari akyu semoga bermanfaat. Tetep jadi muslimah yang solehahya…

Mengapa aku ikut jurnalistik?

Tanggal 9 maret 2018 untuk pertama kali nya aku masuk jurnalistik langsung dapat tugas buat artikel dengan judul Mengapa Akir kenapa aku ikut jurnalistik.
Awalnya aku tertarik tapi mulai terfikir kalau ini buang2 waktu main ya karna ini hobiku main . 1hari, 2 hari, 3 hari, ternyata di wajibin ikut sumpah kepaksa sebenarnya gampang ngelaknya tapi jaga image. Saat kabar itu sampai aku mulai mengubah niat karna niat itu penting banget guys suatu hal yang dapat mendapatkan atau mengalahkan segala sesuatu hal.
Nah niatnya gini ‘’jurnal ini buang2 waktu main nanti aku gk puas mainnya’’  itu dulu, sekarang beda ‘’jurnal ini permainan yang bikin orang ngerasa puas karna ini permainan yang ngebawa manfaat’’,
ok guys!
Jadi Jurnalisti itu kata yang begitu familiar semua orang tau tapi gk semua orang tau betapa serunya. Untuk kalian yang masih dilema antara iya atau enggak? Jawabannya IKUT AJA.
Nah cocok banget tips ini buat kalian yang masih  dilema biar niat nya jadi lebih kuat gk kaya mental krupuk:
1.      Rugi untung
kalian mesti tulis dikertas kira2 berapa banyak kerugian  dan keungtungan kalian ikut jurnal karna ini salah satu cara kalian ngejawab rasa gelisah kamu.
2.      Alasan
Semua orang pasti punya alasan beribu ribu, nah ini saatnya kalian ngeluarin alasan beribi ribu untuk apa kamu ikit jurnal siapa tau aja berhubungan sama cita2, hobi, atau pekerjaan kamu.
3.      Ikhlas
Setelak kamu selesai nyelesaiin tahap ke 1dan ke 2 kamu pasti dah bisa milih, terakhir tinggal jalani deh jangan kepaksa,  ingget ini karna mengharapkan ridho Allah ya.
Udah dulu ya semoga semuga bermanfaat.